Laman

Jumat, 30 April 2010

Surat Cinta

Dearest My Prince...

Hello Prince, mungkin kamu nggak tahu aku siapa. Maka sebelum aku menyampaikan maksudku, izinkanlah diriku memperkenalkan diri terlebih dahulu kepadamu. Sebut saja aku Queen... (well, bocoran ya, aku menginginkan menjadi "queen" di kerajaan hatimu ;-P)

Aku adalah seseorang yang selalu ada di sampingmu. Yang selalu melihat langkahmu, yang selalu memantau setiap gerikmu. Seseorang yang menginginkan segala yang terbaik untukmu, meski kau lebih sering menganggapku angin lalu ketimbang suatu keberadaan yang nyata.

Tapi tak apa, menjadi penopangmu pun sudah cukup berarti untukku. Ketika kau berlari padaku saat terluka, ketika hanya padaku kau menampakan air mata, itu sudah sangat cukup bagiku. Karena pada akhirnya, meski hanya untuk menceritakan duka, keberadaanku memiliki cukup arti untukmu.

Jadi sekarang, maaf Prince. Kalau aku berharap lebih padamu. Bukan mauku untuk memiliki rasa ini, bukan inginku menyimpan pohon cinta ini. Ia datang sendiri, seperti mimpi kelewat indah, yang bahkan aku pun tak sanggup untuk menggapainya.

Tapi kini Prince, aku mencoba untuk meraihnya.
Maka dengarlah pengakuanku, pengakuan yang benar-benar tulus kurasakan jauh dari dalam lubuk hatiku. Sebuah perasaan suci yang bahkan tak seorang pun punya di dunia ini, sebuah perasaan yang aku sanggup melakukan apapun untukmu.

CINTA.

Benar, Prince.
Maaf aku mencintaimu. Tapi mohon jangan pernah menghujatku atas cinta yang kurasa. Karena ini benar-benar suatu ketulusan yang aku pun tak mengerti kenapa. Kenapa ini hadir, mengapa ini timbul. Namun, satu hal yang ku tahu pasti, aku TIDAK PERNAH menyesali kemunculannya. Karena cinta sesuatu yang iondah, cinta adalah suatu yang patut kuperjuangkan. Cinta adalah hak ku dan semua orang untuk memiliki dan merasakannya.
Maka izinkanlah aku tetap mencintaimu, karena benar-benar hanya kamu yang menyadarkanku arti kebahagiaan ketika mataku telah lelah menata dunia. Memberiku arti keberadaan ketika eksistensiku telah pudar di muka bumi.

Karena itu Prince, jangan suruh aku berhenti untuk memiliki rasa ini.
Karena sesungguhnya, Prince... rasa ini adalah yang pertama... dan terakhir untukku.
Sampai akhir napasku, aku bersumpah, kau adalah cinta pertama dan terakhirku...

Dalam goresan terakhirku, Prince...
aku tetap selalu dan aku selalu berkata...
Aku Mencintaimu....

With Love:

"Queen"