Pudar seperti terhapus tangan-tangan halus
Kemudian seakan menghilang, lenyap, dan tak lagi terjangkau
Dalam detak waktu yang makin mennghujam asa
Menjauhkannya dari kehangatan dan cinta
Pergi bersama detik jam yang bergulir perlahan,
setitik waktu yang tersisa
Jika masa lalu mengguratkan kehangatan tawa,
Menorehkan cerita bahagia
Maka kini dalam rambatan hari ia mennjauh
Menghantarkan pada bisu yang kian membeku
Dari segunung perhatian yang mengharukan
Yang tersisa hanya sebutir perpisahan menyakitkan
Dan jiwa pun menjerit dalam penyesalan tanpa arti
Tak bergaung meski telah menyerahkan seluruh daya
Andai lidah bertulang,
dan andai rasa memiliki logika
Mungkin tak kan pernah terucap
.
.
.
.
"cinta"
Mungkin ia masih di sini
Mungkin, masih akan ada kehangatan yang mendebarkan
Masih berada dalam pelukan tanpa kerikuhan
Dan...
Rasa itu mungkin tak kan pernah pudar,
Tak kan pernah terhaous dan hilang
Ia...
akan tetap di sini, bersamaku
Menjaga dalam keutuhan tak terbantahkan
Merengkuh dalam nyanyian cinta meski tanpa kata
Bukan ini,
bukan dingin yang kian membekukan rasa
Bukan ia yang semakin menjauh
Meninggalkanku di sini,
di belakang,
jauh...
dan...
tetap sendiri....
Kemudian seakan menghilang, lenyap, dan tak lagi terjangkau
Dalam detak waktu yang makin mennghujam asa
Menjauhkannya dari kehangatan dan cinta
Pergi bersama detik jam yang bergulir perlahan,
setitik waktu yang tersisa
Jika masa lalu mengguratkan kehangatan tawa,
Menorehkan cerita bahagia
Maka kini dalam rambatan hari ia mennjauh
Menghantarkan pada bisu yang kian membeku
Dari segunung perhatian yang mengharukan
Yang tersisa hanya sebutir perpisahan menyakitkan
Dan jiwa pun menjerit dalam penyesalan tanpa arti
Tak bergaung meski telah menyerahkan seluruh daya
Andai lidah bertulang,
dan andai rasa memiliki logika
Mungkin tak kan pernah terucap
.
.
.
.
"cinta"
Mungkin ia masih di sini
Mungkin, masih akan ada kehangatan yang mendebarkan
Masih berada dalam pelukan tanpa kerikuhan
Dan...
Rasa itu mungkin tak kan pernah pudar,
Tak kan pernah terhaous dan hilang
Ia...
akan tetap di sini, bersamaku
Menjaga dalam keutuhan tak terbantahkan
Merengkuh dalam nyanyian cinta meski tanpa kata
Bukan ini,
bukan dingin yang kian membekukan rasa
Bukan ia yang semakin menjauh
Meninggalkanku di sini,
di belakang,
jauh...
dan...
tetap sendiri....





