Laman

Minggu, 11 Oktober 2009

A Little Thing About Love

Terkadang kita melihat betapa sangat menyedihkannya seseorang ketika diputus cinta. Tidak jarang mereka harus mengakhiri hidup hanya karena ditinggal oleh seorang kekasih. Bukankah itu hal yang sangat bodoh? Setidaknya aku berpikir begitu. Apa sih pentingnya mengakhiri kesenangan, bahkan kehidupan hanya karena ditinggal seorang kekasih? Memang itu akan sangat pedih, tapi... hey guys! Hidup tuh cuma sekali dan jangan pernah disia-siakan untuk menangisi sesuatu yang seharusnya tidak perlu.

Kehidupan tanpa cinta terasa hampa. Manusia ada di dunia, tidak lain karena cinta. Cinta dari Sang Pencipta, cinta dari orang tua, saudara, teman-teman, dan seseorang yang nantinya akan menjadi seseorang untuk kita. Tapi apakah kau harus menghapus kebahagiaan, menutup cinta dari orang lain seperti keluarga ketika kekasih yang kau cintai pergi meninggalkanmu?

Cinta benar-benar membuat orang kehilangan logika. Benar bukan? Jangan kau sangak hanya perempuan yang berjiwa melankolis sehingga berani mati ketika sang kekasih pergi darinya. Kau harus buka mata, karena sangat banyak pria yang ikut terpuruk ketika ditinggal kekasih.

Jadi, sebenarnya ini keasalahan siapa? Kalau mau bilang orang itu bodoh berkali-kali pun, terkadang yang ditemui malah orang pintar yang menjadi bodoh karena cinta. Dukungan dari sahabat, keluarga, dan teman-teman sangat diperlukan bagi mereka yang kehilangan asa seperti ini. Cinta itu ibarat racun, seperti Kahlil Gibran bilang. Racun yang mengalir dari gua-gua neraka, yang pada tegukan pertama begitu menyegarkan, tapi berakibat sesuatu yang fatal dan menjadi bom waktu bagi diri sendiri. Cinta akan terasa indah ketika sedang bahagia, namun akan begitu menyakitkan ketika semuanya hilang.

Kamu-kamu yang punya sodara, sahabat, atau teman yang begitu putus asa ditinggal cinta, mari dengan setulus hati hibur mereka. Bilang kalo cowo/cewe di dunia tuh nggak cuma satu, tapi miliaran jumlahnya. Dan ia bisa pilih atu yang terbaik, terbaik dari dia yang telah meninggalkannya. Beri dia support agar nggak terpuruk dan akhirnya nekat mengakhiri hidupnya sendiri.

At least, mari sama-sama kita berjuang ujntuk mendapatkan cinta sejati. Dan jangan sekali-kali berlaku bodoh dengan sedih berkepanjangan bahkan rela mati bersama kepergian cinta si dia. Anggap aja yang ninggalin kamu tuh bego, oon, tolol, dan stupid karena mau-mau aja ninggalin orang sebaik kamu dan optimis kamu akan mendapatkan yang lebih baik dari dirinya.

Ganbatte ne minnasan!! ^_^

0 komentar:

Posting Komentar